Puisi tema ketuhanan dan kehidupan

Hai, teman.
Kalian semua pasti udah nggak asing lagi kan dengan karya sastra yang satu ini, yapss.. benar, cerdas sekali kamu Malin, karya sastra apa sih? Karya sastra puisi.
Eitsss...Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang puisi, sebenarnya udah tau belum sih, apa itu puisi? Baiklah kalau kalian memaksa, aku bakal kasih tahu kalian tentang apa itu puisi. Jadi puisi adalah karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh dengan makna. Idiiihh.. ilmiah nian penjelasannya ya. Jadi itu definisi yang sengaja aku kutip dari buku panduan Ujian Nasionalku. Selanjutnya, aku bakal kasih tahu kalian soal koleksi puisi yang udah aku buat nih. Ada beberapa puisi dengan berbagai macam tema yang udah aku siapin, ini buatnya nunggu mood ya, jadi pas buat tema ketuhanan itu pas lagi tobat, inget dosa, inget umur. Yang koruptor itu mungkin karena korban breaking news, tiap lihat berita isinya pejabat korupsi   semua. Kan jadi baper, akhirnya dibuatlah puisi itu. dan yang api itu inisiatif sendiri.

1.   Tema Ketuhanan

                             Tuhanku

Ku tafsirkan Agung-Mu dalam sebuah melodiku
Teramat berlagu dengan irama yang tak kunjung beku
Tersebar luapan kasihmu yang terpatri dalam diri makhlukmu
Kuasa segala alam dan kunci hidup matiku

Tertebang rasa takutku mengalir pada notasi penuh kisah
Karena nada tanpa jeda darimu merahmati rasa yang teramat resah
Goresan sastra yang tercurah dengan lumrah
Meneteskan kilauan ridho mulia yang bergulir tanpa ubah

Rasa sayangmu terhembus untuk seluruh insan
Tanpa kau bedakan walau Engkau diabaikan
Kau teguh setya menerangi seluruh jiwa yang berantakan
Tak pedulikan dia patuh atau bangkang melawan

Tuhan semesta alam
Beri sinar dikala suram
Beri fadhilah dikala nafsu terhentam
Bangkitkan rasa dan kuasa disaat yakinku terbenam

2. Tema Kehidupan

 Dera Sang Api

Kembara ulah sang api mengoyak ketenangaan
Mengobrak-abrik kemasyhuran menjadi kebisingan
Membalik keadaan gemah ripah menjadi prahara kemunkaran
Terkulai melambai semula menjadi lautan kemarahan

Terusik rebah sang air meluap dari sejuknya
Perlahan tampakkan wajahnya dan mulai menyapa
Tertoreh naluri sang air mengendurkan nafsu durjana
Terbengkalai melebur luap amarah sang api terlena

Untaian nafsu kini tlah pergi meluruh
Bawa pergi nafsu durjana merangkak menjauh
Sulaman kedamaian bermula terpenuh
Sang air melembah menyongsong kebajikan seluruh


  Surat Kecil Untuk Tuan Koruptor

Sifatmu seperti orang melarat
Rakus menjilat dan memakan uang rakyat
Tapi gaya hidupmu sok hebat layaknya konglomerat
Tak kenal kata tobat sampai sekarat

Dasar pecundang penghisap uang
Hak rakyat disikat habis untuk bersenang
Hatinya tumbang rakyat dikekang
Uang ditelan rakyat dibuang

Hatinya bagai batu tak beraturan
Keras dan membuat semua berantakan
Janjinya manis namun hanya ekspektasi kiasan
Gaya sok sadis tak bisa diharapkan

Diberi hukuman belum juga tersadar
Disorot TV akting kasihan diumbar
Tobatnya belum juga terdengar
Dimatanya masih saja uang yang bersinar


Namaku Wiwid Fitriani, salah satu pejuang akhir masa putih abu-abu. Aku jatuh cinta pada dunia sastra dan aku berjanji untuk terus menjadikannya jiwa dalam ragaku.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer